Pikiranmu adalah sebatang pohon yg mengakar di tanah tradisi dan cabang”nya tumbuh dalam kekuatan tanpa henti .
Pikiranku adalah awan yg berakar di angkasa. Ia mengubah diri menjadi butir” yg ketika jatuh membentuk sungai yg melanjutkan jalanya ke samudra. Kemudian ia naik lagi ke langit menjadi uap .
Pikiranmu adalah batang pohon yg kokoh, tiada badai tiada topan yg kan mampu menggoyahkannya .
Pikiranku adalah dedaunan gemulai yg tersenyum ke segala arah dan menemukan kegembiraan dalam setiap ayunan daunnya .
Pikiranmu adalah dogma kuno yg tak mampu mengubahmu dan engkau pun tak mampu mengubahnya .
Pikiran baru ku dia merasakanku dan aku merasakannya setiap pagi dan petang , engkau bersama pikiranmu dan aku dengan pikiranku .
Pikiranmu telah membuatmu mempercayai perbedaan tingkatan antara yg kuat dan yg lemah, dan penguasaan terhadap yg sederhana dari yg rumit .
Pikiranku menciptakan dalam diriku hasrat untuk menggali tanah dengan ujung kakiku, memetik hasil panen dengan sabitku, membangun rumahku dengan batu dan mortar, dan mengibarkan pakaianku dengan benang” wool dan kapas .
Pikiranmu mendorongmu mengawini kekayaan dan kehormatan .
Pikiranku memerintahkan kemandirian .
Pikiranmu memperjuangkan popularitas dan penampilan .
Pikiranku menasehatiku dan memperingatiku untuk mengesampingkan kepopeleran dan memperlakukannya seperti sebutir pasir yg terlempar ditepian pantai ketakterhinggaan .
Pikiranmu menanamkan dalam hatimu kesombongan dan keunggulan .
Pikiranku menanamkan rasa cinta dan keteguhan .
Pikiranmu melahirkan impian” tentang istana yg penuh berhiaskan perabotan bertahtakan intan berlian dan perpaduan” bersulamkan benang” sutera .
Pikiranku berbisik lembut di telingaku “Bersihkanlah raga dan rohani mu meskipun engkau tak punya apa” untuk menyandarkan kepalamu.”
Pikiranmu membuatmu dibayangi oleh pangkat dan kedudukan .
Pikiranku menahanku dengan kesederhanaan pengabdian .
Engkau bersama pikiranmu, dan aku dengan pikiranku .
Pikiranmu adalah ilmu sosial, sebuah kamus agama dan politik .
Pikiranku hanyalah aksioma sederhana .
Pikiranmu berbicara tentang perempuan yg cantik, yg jelek, yg alim, yg pelacur, yg cerdas dan yg bodoh
Pikiranku melihat semua perempuan sebagai ibu, saudara atau anak dari setiap laki”
Bahasan pikiranmu adalah para pencuri, penjahat, dan para pembunuh
Pikiranku menyatakan bahwa para pencuri adalah hasil ciptaan monopoli, penjahat adalah anak turun para tiran, dan para pembunuh adalah saudara penindasan
Pikiranmu selalu menjelaskan tentang hukum, pengadilan, hakim, dan hukuman
Pikiranku menjelaskan bahwa jika manusia menciptakan hukum, maka ia hanya bisa menaati atau melanggarnya. Jika ada hukum dasar, maka kita sama dihadapannya.
Barangkali yg merendahkan alat ia sendiri adalah alat. Dan siapa yg menghina orang yg bersalah, ia telah menghina seluruh manusia
Pikiranmu hanya memperhatikan para ahli, para seniman, para filosof dan para pendeta
Pikiranku berbicara tentang mereka yg tercinta dan yg tersayang, yg tulus, yg budiman, yg jujur, yg bijak dan para martir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar